Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Media Social. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Social. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Mana yang Lebih Sakti di Twitter, Twilight atau Harry Potter?


Warner Bros
Harry Potter and the Deathly Hallows
Rangkaian film Harry Potter berhasil mengalahkan Twilight Saga dalam hal popularitas di Twitter. Hasil tersebut diambil dalam survei yang menganalisis respons penggemar film yang menulis di akun Twitter-nya.
Dalam skoring web yang dilakukan Trendrr pada 18 November 2011, film Breaking Dawn bagian satu mendapat respons 41 persen positif, 7 persen negatif, dan 52 persen netral selama dua pekan sejak dirilis di kawasan Hollywood, Amerika Serikat.
Film Harry Potter and The Deathly Hallows bagian dua mendapat respons 70 persen positif, 7 persen negatif, dan 23 persen netral selama dua pekan sejak dirilis Juli 2011.
Skoring serupa juga ditunjukkan dalam penilaian di Facebook. Twilight mendapat respons 66 persen positif dan 15 persen negatif, sedangkan Harry Potter meraih 72 persen positif dan 7 persen negatif.
Lembaga Riset NM Incite juga hanya mendapat hasil respons film Twilight sebesar 38 persen positif, 24 persen negatif, dan 34 persen netral.
Hasil survei ini tentunya tidak bisa digunakan untuk membuktikan apakah seri Twilight atau Harry Potter-kah yang lebih bagus. Dalam survei tersebut, pengguna sosial media tidak ditanyakan soal film mana yang lebih baik di antara keduanya. Namun, pengguna sosial media akan dilihat responsnya sebelum atau setelah menonton film tersebut.
Serial Twilight dianggap menarik karena kisah hubungan tidak wajar antara Edward Cullen (vampir) dan Bella Swan (manusia). Sementara Harry Potter dielu-elukan penggemarnya karena dunia sihir yang memikat. Terserah Anda mau menyukai film yang mana!
Sumber :

Waspadai Gambar "Spam" dalam Facebook

daily mail
Pengguna Facebook dapat terjebak ulah spam yang menyamar dalam gambar-gambar di pengumpan berita pada jaringan sosial tersebut.
WASHINGTON, KOMPAS.com — Facebook menyatakan bahwa jaringan sosial tersebut telah mendapat serangan spam melalui penyebaran gambar yang muncul di pengumpan (feed) berita.
Facebook, yang memiliki lebih dari 800 juta anggota, menyatakan bahwa beberapa pengguna jaringan sosial secara tidak sadar telah tertipu oleh berbagi konten tersebut. "Baru-baru ini kami mengalami serangan spam terkoordinasi yang mengeksploitasi kerentanan browser," sebut Facebook melalui e-mail kepada AFP.
"Upaya kami adalah membatasi secara drastis kerusakan yang disebabkan oleh serangan ini. Kini kami sedang menjalani proses penyelidikan untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab," kata Facebook.
Dalam pernyataan tersebut, Facebook menegaskan telah membangun suatu mekanisme untuk segera menutup, baik halaman yang berbahaya maupun akun rekening yang mencoba menggunakan spam tersebut.
Perusahaan yang bermarkas di Palo Alto, California, itu menegaskan bahwa perlindungan terhadap pengguna dari serangan spam dan konten berbahaya merupakan prioritas utama mereka. Facebook juga berjanji akan membatasi ruang gerak dan menghapus materi yang melanggar persyaratan yang mereka tetapkan.
Facebook tidak mengatakan berapa banyak anggotanya yang termakan spam. Hanya disebutkan, terdapat ratusan pengguna yang menyampaikan keluhan melalui Twitter atas gambar-gambar itu, yang dia antaranya tergolong pornografi dan kekerasan.
sumber: http://tekno.kompas.com/read/2011/11/16/04143763/Waspadai.Gambar.Spam.dalam.Facebook

Microsoft Bikin Jejaring Sosial Mirip Google Plus

Jejaring Sosial Microsoft Socl
 

Microsoft dikabarkan sedang menguji secara diam-diam sebuah jejaring sosial baru, yang disebut Socl.com. Sepertinya Microsoft akan membuat jejaring sosial yang mirip dengan Google+.
Proyek rahasia Microsoft ini pertama kali terendus pada bulan Juli lalu, saat mereka sedang menguji website tersebut untuk online, kemudian infonya terekspos ke publik, dan akhirnya sempat diakses  selama beberapa saat.
Domain www.socl.com saat ini tak bisa diakses lagi, ini merupakan tampilan terakhir sebelum website tersebut ditutup.
 


Proyek, yang disebut Tulip tersebut, memiliki slogan "Find what you need and share what you know easier than ever". Seperti yang dikutip dari The Verge, sesuai slogannya, Socl merupakan perpaduan antara pencarian, petualangan, dan sosial. Socl memiliki desain dengan tata letak tiga kolom standar, dengan navigasi utama berada di sisi kiri, aliran berita/update di tengah, dan kumpulan beberapa fitur di sebelah kanan.
Kolom untuk pencarian terletak di bagian paling atas, yang search engine-nya tentu saja menggunakan Bing dari Microsoft. Setiap kali pengguna mencari dengan kata kunci tertentu, Bing akan memberikan hasil yang relevan dengan aktivitas pemilik akun tersebut.
Socl memiliki feature "Video Party" yang mirip dengan feature video conference yang terdapat di Google+, Google Hangouts. Dengan "Video Party", pengguna dapat melakukan percakapan melalui video dengan beberapa pengguna lain dalam satu waktu.
Di "calon" jejaring sosial Microsoft ini pengguna bisa mendaftar menggunakan account Facebook atau Twitter. Meskipun Microsoft membantah keberadaan proyek rahasia tersebut, tampaknya mereka tetap terus bekerja mengembangkan Socl.
sumber: http://tekno.kompas.com/read/2011/11/16/14252140/Microsoft.Bikin.Jejaring.Sosial.Mirip.Google.Plus